
Jakarta, Rabu 15 Juli 2026, Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (BIK Intelhan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menggelar Rapat Pembahasan Strategic Information Exchange (SIE) ASEAN Our Eyes bertema “Pemanfaatan Drone Komersial sebagai Platform Senjata dalam Aksi Terorisme” di Kantor Kementerian Pertahanan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Analisis Intelijen Pertahanan Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan, Brigjen Efran Gunawan, S.Sos., M.IP, dan dihadiri oleh perwakilan unsur intelijen pertahanan, TNI, serta pemangku kepentingan sektor penerbangan sipil.
Hadir sebagai Narasumber I, Ketua Umum Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Dr. M. Akbar Marwan, S.T., M.M.S.I. memaparkan lanskap ancaman penyalahgunaan drone komersial yang kian mudah diakses, terjangkau, dan mumpuni secara teknologi. Dalam paparannya, ia menguraikan tipologi persenjataan drone mulai dari penjatuhan payload, drone FPV kamikaze, pemanfaatan untuk pengintaian (ISR), potensi muatan CBRN, hingga ancaman swarm disertai studi kasus global maupun insiden domestik, termasuk kasus intimidasi via drone di Depok serta penyelundupan narkotika ke lembaga pemasyarakatan menggunakan drone.
“Teknologi drone pada dasarnya membawa manfaat besar bagi ekonomi, pertanian, logistik, dan kebencanaan. Namun karakter dual-use-nya menuntut kesiapsiagaan kita bersama agar teknologi yang sama tidak disalahgunakan,” ujar Akbar.
Ketua Umum APDI juga menyampaikan sejumlah rekomendasi bagi kerangka kerja sama ASEAN Our Eyes, di antaranya pertukaran informasi whitelist/blacklist di tingkat regional, penetapan standar minimum sistem counter-UAS untuk objek vital nasional, serta pembentukan kanal pelaporan cepat berbasis komunitas yang memanfaatkan jaringan lebih dari 22.000 anggota APDI di 28+4 regional seluruh Indonesia sebagai sistem peringatan dini sipil.
Sebagai Narasumber II, Bapak Ahmad Suyono, Inspektur Keamanan Penerbangan Ahli Madya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, menyampaikan paparan dari perspektif regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan sipil, termasuk kerangka pengaturan pengoperasian pesawat udara tanpa awak di Indonesia serta pentingnya penguatan pengawasan dan kepatuhan operator drone.
Forum ini merupakan bagian dari mekanisme ASEAN Our Eyes, wadah pertukaran informasi strategis antarnegara anggota ASEAN dalam menghadapi ancaman terorisme, radikalisme, dan ekstremisme kekerasan. Melalui keterlibatan APDI, komunitas pilot drone nasional diharapkan menjadi mitra aktif pemerintah dalam mewujudkan ekosistem udara yang aman, bertanggung jawab, dan bermartabat. (Humas APDI)