Home / NEWS / APDI dan KODIKLAT TNI Perkuat Kapabilitas Teknologi Pertahanan lewat Pengembangan Drone Relay

APDI dan KODIKLAT TNI Perkuat Kapabilitas Teknologi Pertahanan lewat Pengembangan Drone Relay

Serpong Tangerang Selatan  – Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) bersama Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia (KODIKLAT TNI) resmi melaksanakan kegiatan pengembangan, modifikasi, dan uji coba drone relay sebagai bagian dari inovasi teknologi pertahanan di Indonesia. Kegiatan berlangsung di markas KODIKLAT TNI, Serpong, Tangerang Selatan pada 21 April 2026 dan melibatkan sejumlah perwira tinggi TNI di lingkungan KODIKLAT TNI.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Komandan KODIKLAT TNI, Letnan Jenderal TNI Mohamad Naudi Nurdika, serta pejabat TNI lain dari berbagai matra. Proyek strategis ini dikomandoi oleh Danpusdikbangspes Dr. Bambang Suharjo, S.Si., M.Si., CHRMP., M.Kom., yang bertanggung jawab atas koordinasi teknis dan operasional pengembangan sistem drone relay. Sistem ini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan jaringan komunikasi dan kendali unmanned aerial vehicle (UAV) pada jarak jauh dan dalam situasi medan yang kompleks.

Pengembangan drone relay merupakan langkah nyata dukungan terhadap modernisasi teknologi pertahanan berbasis unmanned system, sebuah tren yang juga diadopsi di lingkungan TNI untuk memenuhi kebutuhan misi pengawasan, patroli, serta perolehan data yang lebih efisien dan efektif. Dalam beberapa waktu terakhir, TNI gencar mengeksplorasi platform tanpa awak (drone) untuk dimanfaatkan dalam pengintaian, logistik, hingga dukungan operasional militer, baik di darat, laut, maupun udara. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan strategis TNI untuk mengikuti perkembangan teknologi modern, termasuk penguatan kemampuan AI, sistem jaringan data, dan komunikasi militer digital.

Menurut Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika, proyek drone relay ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapabilitas instrumen TNI secara teknis, tetapi juga memperkuat kolaborasi riset antara organisasi profesi seperti APDI dengan institusi militer. Para peserta kegiatan termasuk tim teknis dan operator drone berlatar komunitas hingga profesional TNI yang menjalankan serangkaian uji terbang, optimasi perangkat lunak kendali, serta simulasi pengoperasian. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menerapkan teknologi mutakhir secara aplikatif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan keamanan nasional.

Dalam arahannya, Komandan KODIKLAT TNI menegaskan bahwa pengembangan teknologi drone merupakan prioritas dalam penguatan riset dan pengembangan (research and development) di lingkungan TNI, dan bahwa fase lanjutan dari proyek ini akan dilaksanakan kembali pada pekan depan. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap continuous improvement kemampuan sistem pertahanan berbasis drone, termasuk drone relay yang mampu memperluas jangkauan kendali, memperkuat integrasi data, dan menjawab kebutuhan manuver dalam operasi modern. (Humas APDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami
Scan the code