Home / NEWS / Dari Aerial ke Underwater : APDI Bidik Masa Depan Teknologi Drone Kelautan Indonesia

Dari Aerial ke Underwater : APDI Bidik Masa Depan Teknologi Drone Kelautan Indonesia

Perkembangan teknologi drone di Indonesia kini tidak lagi hanya berfokus pada wilayah udara. Dalam sebuah forum bertajuk Regional Marine Technology & Robotics Forum 2026 yang dihadiri oleh para peserta dari berbagai institusi, komunitas teknologi, akademisi, hingga pelaku industri maritim berdiskusi mengenai masa depan robotika kelautan dan teknologi bawah laut. Momentum ini dinilai menjadi peluang besar bagi Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) untuk mulai memperluas cakupan kompetensi dari drone udara (aerial drone) menuju penguasaan teknologi Underwater Drone atau robot bawah air.

Selama beberapa tahun terakhir, APDI dikenal sebagai salah satu organisasi yang aktif mendorong sertifikasi dan uji kompetensi pilot drone di Indonesia. Dengan pengalaman membangun standar pelatihan, skema sertifikasi, SOP penerbangan, hingga ekosistem instruktur drone udara, APDI dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan kompetensi serupa pada sektor robotika bawah laut. Teknologi underwater drone sendiri kini semakin dibutuhkan untuk berbagai keperluan seperti inspeksi infrastruktur bawah laut, pemetaan laut dangkal, monitoring terumbu karang, pencarian dan penyelamatan, hingga kebutuhan industri migas offshore.

Berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi di Indonesia juga mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam bidang robotika kelautan. Laboratorium MIT+R IPB misalnya, telah mengembangkan teknologi AUV dan ROV untuk misi inspeksi kabel bawah laut, monitoring ekosistem laut, dan eksplorasi perairan Indonesia. Sementara itu, tim Barelang Marine Robotics Team dari Politeknik Negeri Batam bahkan rutin mengikuti kompetisi internasional Singapore Autonomous Underwater Vehicle Challenge (SAUVC) yang mempertemukan tim robot bawah air dari berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi SDM yang besar dalam pengembangan teknologi robotika maritim.

APDI pun dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadi pelopor lahirnya standar kompetensi operator underwater drone di Indonesia. “Kita bisa copy paste apa yang sudah ada di aerial,” menjadi gagasan sederhana namun realistis. Skema pelatihan dasar, manajemen risiko, SOP operasi, sertifikasi operator, hingga budaya keselamatan kerja yang selama ini diterapkan pada drone udara dapat diadaptasi ke dunia robotika bawah laut. Di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi maritim, pengawasan wilayah perairan, dan ekonomi biru (blue economy), langkah ini dapat menjadi awal lahirnya ekosistem baru profesi operator drone bawah laut nasional yang profesional dan kompeten. (Humas APDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami
Scan the code