Goyang, Korea Selatan, 5 November 2026 – Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) melalui Ketua Umum menghadiri sekaligus menjadi salah satu pembicara dalam 2026 K-UAM International Conference, sebuah konferensi internasional yang mengangkat tema “Global Cooperation for the Future of UAM and Drone Industry”. Kegiatan ini diselenggarakan di Kintex International Conference Seminar Room, Goyang, Korea Selatan, sebagai bagian dari rangkaian 2026 Drone·UAM Expo.
Konferensi ini mempertemukan delapan pembicara dari berbagai negara, yakni Korea Selatan, Inggris, China, Malaysia, Singapura, Spanyol, dan Indonesia. Forum internasional tersebut menghadirkan perspektif lintas negara mengenai perkembangan teknologi drone, Urban Air Mobility (UAM), serta masa depan ekosistem Low-Altitude Economy (LAE). Keynote speaker dalam kegiatan ini adalah Dr. Kwon Alex Hakeem dari Korea Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum APDI hadir mewakili Indonesia dengan membawakan materi berjudul “From Drone Pilots to Air Mobility Operators: Indonesia’s Regulatory and Workforce Roadmap for the Low-Altitude Economy.” Paparan ini menyoroti arah pengembangan regulasi dan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi perkembangan Low-Altitude Economy. Salah satu poin penting yang diangkat adalah perlunya transformasi kompetensi pilot drone, dari sekadar operator pesawat tanpa awak menjadi tenaga profesional yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan operasional dan sistem mobilitas udara masa depan.
Keterlibatan APDI dalam konferensi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan ekosistem drone Indonesia kepada komunitas internasional. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pemanfaatan drone, didukung oleh karakteristik geografis kepulauan, kebutuhan berbagai sektor industri, serta pertumbuhan sumber daya manusia di bidang penerbangan tanpa awak. Namun, pengembangan tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan regulasi, standar keselamatan, sertifikasi, dan kompetensi tenaga kerja.
Berbagai topik yang dibahas dalam konferensi mencakup keselamatan dan keamanan operasional drone, perkembangan Low-Altitude Economy di China, pengelolaan ruang udara untuk operasi drone berintensitas tinggi di Malaysia, peta jalan regulasi Indonesia, pemanfaatan teknologi untuk pariwisata kepulauan di Singapura, hingga perencanaan kota berbasis mobilitas udara di Spanyol. Diskusi ini memperlihatkan bahwa pengembangan industri drone dan UAM membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan kebijakan, infrastruktur, dan kolaborasi lintas negara.
Partisipasi APDI dalam 2026 K-UAM International Conference menegaskan komitmen organisasi untuk membawa perspektif Indonesia ke dalam percakapan global mengenai masa depan industri drone dan mobilitas udara. APDI berharap keterlibatan ini dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring internasional, serta mendorong kolaborasi strategis dalam pengembangan ekosistem drone nasional yang aman, profesional, inovatif, dan berdaya saing global.
APDI – Membangun Kompetensi, Memperkuat Kolaborasi, Mengembangkan Ekosistem Drone Indonesia. (Humas APDI)