
Majalengka, Pembangunan tahap awal Kertajati Aerospace Park resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking yang digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Inisiatif ini merupakan langkah kongkret untuk mengembangkan kawasan terintegrasi yang menggabungkan kemampuan MRO (maintenance, repair, overhaul), manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan sumber daya manusia bagi industri dirgantara nasional.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat pusat dan daerah serta pelaku industri. Hadir secara resmi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur dan Kewilayahan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dari sektor industri, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menjadi pihak utama yang menandai dimulainya pembangunan fisik kawasan ini.
Menurut keterangan resmi dan peliputan media, fase awal pengembangan akan difokuskan pada infrastruktur dasar kawasan dan konstruksi hanggar khusus rotary-wing (helikopter), dengan rencana lanjutan mencakup apron, taxiway, fasilitas manufaktur, pelatihan, dan area pendukung lainnya. Pihak GMF menyatakan bahwa Kertajati Aerospace Park dimaksudkan menjadi fondasi bagi kemandirian industri dirgantara Indonesia dan pusat layanan MRO yang mampu melayani kebutuhan domestik maupun regional.
Langkah ini datang sebagai kelanjutan dari kerja sama strategis sebelumnya antara GMF dan BIJB yang telah diinisiasi untuk mengelola dan mengembangkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri aero-dirgantara. Media memberitakan bahwa pembangunan tahap awal menelan investasi awal yang disiapkan untuk infrastruktur dasar dan hanggar, dengan proyeksi perluasan investasi secara bertahap sesuai kebutuhan pasar dan kemampuan penyerapan industri.
Perwakilan asosiasi dan pemangku kepentingan sektor nirawak (drone) juga tercatat hadir dalam agenda koordinasi yang lebih luas, menunjukkan sinergi lintas subsektor penerbangan dari pesawat berawak hingga sistem tanpa awak. Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) sendiri kini dipimpin oleh Dr. Mochammad Akbar Marwan, yang telah aktif mendorong standarisasi pelatihan dan penguatan kapasitas SDM drone di tingkat nasional; kehadiran wakil-wakil asosiasi ini memperkuat dimensi pengembangan kapasitas tenaga ahli di kawasan Kertajati.
Pemerintah provinsi dan pusat menekankan bahwa pengembangan Kertajati tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang mendukung investasi, transfer teknologi, dan peningkatan sumber daya manusia agar industri dirgantara Indonesia mampu bersaing, sekaligus menyerap nilai tambah ekonomi di wilayah Jawa Barat dan nasional. Para pemangku kepentingan mengatakan komitmen kolaboratif ini akan menjadi ujung tombak dalam memperkuat rantai nilai aviasi di dalam negeri. (Div. Humas APDI)